Rabu, 31 Maret 2010

REVOLUSI

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupanmasyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan sebenarnya relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu lama. Misalnya revolusi industri di Inggris yang memakan waktu puluhan tahun, namun dianggap 'cepat' karena mampu mengubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat ,seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dan majikan—yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Revolusi menghendaki suatu upaya untuk merobohkan, menjebol, dan membangun dari sistem lama kepada suatu sistem yang sama sekali baru. Revolusi senantiasa berkaitan dengan dialektika, logika, romantika, menjebol dan membangun.

Dialektika revolusi mengatakan bahwa revolusi merupakan suatu usaha menuju perubahan menuju kemaslahatan rakyat yang ditunjang oleh beragam faktor, tak hanya figur pemimpin, namun juga segenap elemen perjuangan beserta sarananya. Logika revolusi merupakan bagaimana revolusi dapat dilaksanakan berdasarkan suatu perhitungan mapan, bahwa revolusi tidak bisa dipercepat atau diperlambat, ia akan datang pada waktunya. Kader-kader revolusi harus dibangun sedemikian rupa dengan kesadaran kelas dan kondisi nyata di sekelilingnya. Romantika revolusi merupakan nilai-nilai dari revolusi, beserta kenangan dan kebesarannya, di mana ia dibangun. Romantika ini menyangkut pemahaman historis dan bagaimana ia disandingkan dengan pencapaian terbesar revolusi, yaitu kemaslahatan rakyat. Telah banyak tugu peringatan dan museum yang melukiskan keperkasaan dan kemasyuran ravolusi di banyak negara yang telah menjalankan revolusi seperti yang terdapat di Vietnam, Rusia, China, Indonesia, dan banyak negara lainnya. Menjebol dan membangun merupakan bagian integral yang menjadi bukti fisik revolusi. Tatanan lama yang busuk dan menyesatkan serta menyengsarakan rakyat, diubah menjadi tatanan yang besar peranannya untuk rakyat, seperti di Bolivia, setelah Hugo Chavez menjadi presiden ia segera merombak tatanan agraria, di mana tanah untuk rakyat sungguh diutamakan yang menyingkirkan dominasi para tuan tanah di banyak daerah di negeri itu.
Dalam pengertian umum, revolusi mencakup jenis perubahan apapun yang memenuhi syarat-syarat tersebut. Misalnya Revolusi Industri yang mengubah wajah dunia menjadi modern. Dalam definisi yang lebih sempit, revolusi umumnya dipahami sebagai perubahan politik.

Sejarah modern mencatat dan mengambil rujukan revolusi mula-mula pada Revolusi Perancis, kemudian Revolusi Amerika. Namun, Revolusi Amerika lebih merupakan sebuah pemberontakan untuk mendapatkan kemerdekaan nasional, ketimbang sebuah revolusi masyarakat yang bersifat domestik seperti pada Revolusi Perancis. Begitu juga dengan revolusi pada kasus perang kemerdekaan Vietnam dan Indonesia. Maka konsep revolusi kemudian sering dipilah menjadi dua: revolusi sosial dan revolusi nasional.

Pada abad 20, terjadi sebuah perubahan bersifat revolusi sosial yang kemudian dikenal dengan Revolusi Rusia. Banyak pihak yang membedakan karakter Revolusi Rusia ini dengan Revolusi Perancis, karena karakter kerakyatannya. Sementara Revolusi Perancis kerap disebut sebagai revolusi borjuis, sedangkan Revolusi Rusia disebut Revolusi Bolshevik, Proletar, atau Komunis. Model Revolusi Bolshevik kemudian ditiru dalamPerang Saudara Tiongkok pada 1949

Karakter kekerasan pada ciri revolusi dipahami sebagai sebagai akibat dari situasi ketika perubahan tata nilai dan norma yang mendadak telah menimbulkan kekosongan nilai dan norma yang dianut masyarakat.

Revolusi umumnya mensyaratkan hadirnya seorang pemimpin kharismatik, berperannya sebuah partai pelopor (avant garde), adanya sebuah elemen ideologi.
Dalam Revolusi Rusia, misalnya, Lenin dan tokoh puncak Partai Komunis mampu menjadi pemimpin yang kharismatik. Revolusi lain yang mengedepankan seorang tokoh, misalnya Fidel Castro di Kuba, Che Guevara di Amerika Selatan, Mao Tse-Tung di Republik Rakyat Cina, Ho Chi Minh di Vietnam, Ayatullah Khomeini di Iran, Corazon Aquino di Filipina ketika Revolusi EDSA, dll.

Senin, 15 Maret 2010

MANFAAT PENULISAN ILMIAH BAGI SAYA

Manfaat menulis ilmiah :
1. Melatih berpikir tertib dan teratur karena menulis ilmiah harus mengikuti tata cara penulisan yang sudah ditentukan prosedur tertentu, metode dan teknik, aturan / kaidah standar, disajikan teratur, runtun dan tertib.
2. Menulis ilmiah memerlukan literatur, buku-buku ilmiah, kamus, ensiklopedia yang disusun tertib.
3. Oleh sebab pada hakikatnya sebuah karangan ilmiah ialah laporan tentang kebenaran yand diperoleh dari hasil penelitian di lapangan.
4. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab pembahasan yang berfungsi menganalisis, memecahkan dan menjawab setiap permasalahan sampai tuntas hingga ditemukannya jawaban berupa karya ilmiah.
5. Karena dalam karya ilmiah ada organ yang disebut bab landasan teori atau kerangka teoritis yang berfungsi memaparkan teori-teori para ahli seta mengomentari atau mengkritiknya untuk mendukung dan memperkuat argumen penulis.
6. Bahasa komunikatif ilmiah memiliki syarat :
a. harus jelas = harus bermakna tunggal tidak boleh ambigu
b.penempatan gatra (unsur fungsional dalam kalimat) harus lengkap dan dan tepat
c. diksi atau pilihan kata harus tepat.
Karakteristik :
1. Baik penyajian atau penganalisisan karya ilmiah harus dapat dimengerti atai dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang,
2. tidak ada curahan jiwa atau unsur-unsur emosional
3. penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus lugas ditandai dengan pemakaian kalimat yang efektif.
jADI KESIMPULANNYA BAHWA PENULISAN ILMIAH ITU SANGAT PENTING UNTUK PEMBUKTIAN METODE YANG SUDAH KITA PELAJARI SEBELUMNYA.

BAHASA INDONESIA ADALAH BAHASA YANG WAJIB DI MENGERTI OLEH WARGA NEGARA INDONESIA

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Di Timor Leste, Bahasa Indonesia berposisi sebagai bahasa kerja.

Dari sudut pandang linguistik, Bahasa Indonesia adalah suatu varian bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan "Bahasa Indonesia" diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan "imperialisme bahasa" apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan.Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Meskipun dipahami dan dituturkan oleh lebih dari 90% warga Indonesia, Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya. Sebagian besar warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu.Penutur Bahasa Indonesia kerap kali menggunakan versi sehari-hari (kolokial) dan/atau mencampuradukkan dengan dialek Melayu lainnya atau bahasa ibunya. Meskipun demikian, Bahasa Indonesia digunakan sangat luas di perguruan-perguruan, di media massa, sastra, perangkat lunak, surat-menyurat resmi, dan berbagai forum publik lainnya, sehingga dapatlah dikatakan bahwa Bahasa Indonesia digunakan oleh semua warga Indonesia.

Fonologi dan tata bahasa Bahasa Indonesia dianggap relatif mudah. Dasar-dasar yang penting untuk komunikasi dasar dapat dipelajari hanya dalam kurun waktu beberapa minggu.

RENCANA PENELITIAN ILMIAH SAYA

Penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung menyambung, berakumulasi dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena . Penelitian ilmiah sering diasosiasikan dengan metode ilmiah sebagai tata cara sistimatis yang digunakan untuk melakukan penelitian.

Penelitian ilmiah juga menjadi salah satu cara untuk menjelaskan gejala-gejala alam. Adanya penelitian ilmiah membuat ilmu berkembang, karena hipotesis-hipotesis yang dihasilkan oleh penelitian ilmiah seringkali mengalami retroduksi.
Tiga tahap penelitian ilmiah

Penelitian ilmiah biasanya melalui tiga tahap yaitu: konseptualisasi, operasionalisasi, dan observasi.
berikut penjelasannya .
Tanpa adanya penelitian, pengetahuan tidak akan bertambah maju. Padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Jadi penelitian sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan, harus diadakan agar meningkat pula pencapaian usaha-usaha menusia. Ada tiga persyaratan penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu: sistematis, berencana, dan mengikuti konsep ilmiah.

Sistematis: Artinya dilaksanakan menurut pola tertentu, dari yang paling sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.

Berencana: Artinya dilaksanakan dengan adanya unsur dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.

Mengikuti Konsep Ilmiah: Artinya mulai dari awal sampai akhir kegiatan penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Apabila diterapkan dalam kegiatan penelitian maka urut-urutannya adalah sebagai berikut.

*
Penelitian dihadapkan pada suatu kebutuhan atau tantangan. John Dewey dalam reflective thinking menyebutnya the felt need.
*
Merumuskan masalah sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan alternatif cara untuk pemecahan masalah.
*
Menetapkan hipotesis sebagai titik tolak mengadakan tindakan menentukan alternatif pemecahan yang dipilih.
*
Mengumpulkan data untuk menguji hipotesis (collection of data as evidence).
*
Mengambil kesimpulan berdasarkan hasil pengolahan data dan dikembalikan kepada hipotesis yang sudah dirumuskan.
*
Menentukan kemungkinan untuk mengadakan generalisasi dari kesimpulan tersebut serta implikasinya di masa yang akan datang. Menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi, MA, ini disebut refleks dan bertujuan untuk menilai pemecahan-pemecahan baru dari segi kebutuhan-kebutuhan masa mendatang.

Technorati Tags: research,requirment,concept

Tulisan Yang Berkaitan:

1. Analisis, Penelitian, Metodologi Pengertian Analisis Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb). Penguraian suatu...
2. Jenis Pendekatan Penelitian Langkah memilih pendekatan penelitian lebih tepat ditempatkan setelah peneliti menentukan dengan tegas variabel penelitian. Dalam hal ini penulis berpendapat bahwa...
3. Proses Berfikir Ilmiah: Induktif dan Deduktif TAHAP 1: BERTEORI (deduktif) Peneliti berteori terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Misal: peneliti melihat pertumbuhan jumlah kaki lima (ini dilihat...

PENTINGNYA MEMILIKI MOTIVASI

Motivasi adalah dorongan psikologis yang mengarahkan seseorang ke arah suatu tujuan. Motivasi membuat keadaan dalam diri individu muncul, terarah, dan mempertahankan perilaku, menurut saya motivasi menjadi dorongan (driving force) terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu.

Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi.
Atau dalam artian lain Motivasi berasal dari bahasa latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Dalam kehidupan, motivasi memiliki peranan yang sangat penting. Sebab, motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung perilaku manusia, sehingga mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang optimal.

Tanpa adanya motivasi dalam diri seseorang, maka dapat dipastikan bahwa orang itu tidak akan bergerak sedikitpun dari tempatnya berada. Begitupun dalam kehidupan berorganisasi, motivasi organisasi sangat mutlak adanya.

Sehebat apapun recana yang telah dibuat oleh ketua organisasi, apabila dalam proses aplikasinya dilakukan oleh anggota yang kurang atau bahkan tidak memiliki motivasi yang kuat, maka akan menyebabkan tidak terealisasinya rencana tersebut.

Tidak salah jika kemudian Flipo mendefinisikannya dengan "Direction or motivation is essence, it is a skill in aligning employee and organization interest so that behavior result achievement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives. Motivasi organisasi adalah suatu keahlian, dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil, sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai.

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, manusia akan termotivasi oleh kebutuhan yang dimilikinya. Pendapat ini sejalan dengan Robin yang mengemukakan bahwa Motivasi organisasi adalah kesediaan untuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu dalam memenuhi beberapa kebutuhan individual.

Baron dalam Mangkunegara mendefinisikan motivasi organisasi sebagai proses pemberian dorongan kepada anak buah supaya anak buah dapat bekerja sejalan dengan batasan yang diberikan guna mencapai tujuan organisasi secara optimal. Motivasi ini dapat pula dikatakan sebagai energi untuk membangkitkan dorongan dalam diri.

Terkait dengan motivasi organisasi, perlu kita pahami, lima fungsi utama manajemen adalah planning, organizing, staffing, leading, dan controlling. Pada pelaksanaannya, setelah rencana dibuat (planning), organisasi dibentuk (organizing), dan disusun personalianya (staffing).

Langkah berikutnya adalah menugaskan atau mengarahkan anggota menuju ke arah tujuan yang telah ditentukan. Fungsi pengarahan (leading) ini secara sederhana adalah membuat anggota melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan dan harus mereka lakukan.

Memotivasi organisasi merupakan kegiatan kepemimpinan yang termasuk di dalam fungsi ini. Kemampuan ketua organisasi untuk memotivasi anggotanya akan sangat menentukan efektifitas ketua.

Ketua harus dapat memotivasi para anggotanya agar pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat. Jika ketua membiarkan anggotanya berjalan tanpamotivasi, maka bisa dipastikan kinerja organisasi yang memburuk, menemukan kegagalan program kerja, bahkan terancam bubar.

Menurut Atkinson, suatu organisme (dalam hal ini manusia dan hewan) yang dimotivasi akan terjun ke dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien daripada yang tidak dimotivasi. Selain menguatkan organisme itu, motivasi organisasi cenderung mengarahkan perilaku (orang yang lapar dimotivasi untuk mencari makanan untuk dimakan; orang yang haus, untuk minum; orang yang kesakitan, untuk melepaskan diri dari stimulus/rangsangan yang menyakitkan.

Jika demikian, motivasi organisasi memegang peranan yang tidak bisa diremehkan. Banyak cara yang bisa dilakukan, baik secara formal maupun informal. Baik secara organisatoris maupun pendekatan secara personal.

Sebagai pimpinan organisasi, sebisa mungkin bisa memahami masalah anggotanya, sehingga bisa memecahkan masalah secara bersama. Peran evaluasi sangat penting dalam hal ini, sehingga tidak ada anggota yang merasa terpaksa menjalankan roda organisasi. Apalagi, jika organisasi bersifat sukarela, alias tidak ada upah kerja untuk anggotanya.

Minggu, 14 Maret 2010

EMPAT POLA HUBUNGAN S & P

1. Semua subjek adalah bukan semua Predikat
Contoh kalimat:
a. Semua hewan adalah bukan semua kucing
b. Semua guru adalah bukan semua perempuan
c. Semua mobil adalah bukan semua jeep

2. A. Semua subjek adalah predikat
Contoh kalimat:
a. Semua ayah adalah kepala rumah tangga
b. Semua ibu adalah wanita
c. Semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan

B. Sebagian subjek adalah predikat
a. Sebagian wanita adalah memakai rok
b. Sebagian dosen Universitas Gunadarma adalah muslim
c. Sebagian dokter kandungan adalah perempuan

3. Tidak adapun subjek adalah predikat
a. Tidak ada satupun wanita adalah berjenggot
b. Tidak satupun manusia adalah sapi
c. Tidak ada satupun manusia adalah bisa hidup sendirian

4. A. Sebagian subjek adalah sebagian predikat
a. Sebagian manusia adalah sebagian pria
b. Sebagian hewan adalah sebagian hidup di sungai
c. Sebagian wanita adalah sebagian ibu rumah tangga

Kalimat penjelas adalah kalimat yang berisi gagasan yang mendukung atau menjadi penjelasan kalimat utama. Kalimat-kalimat penjelas dalam setiap paragraf harus membentuk satu kesatuan gagasan. Dalam komposisi hal itu disebut kohesif. Di samping itu, hubungan antara kalimat satu dengan kalimat yang lain dalam satu paragraf harus saling berhubungan yang disebut koheren.

Rabu, 10 Maret 2010

Demokratisasi Kampus Yang Masih Terhambat

Dalam setiap fase pergolakan politik di tanah air ini sebenarnya tidak lepas dari peran
kaum pemuda dan Mahasiswa, sepanjang sejarah pada setiap levelnya gerakan pemuda
dan Mahasiswa selalu ambil bagian yang cukup penting, terlepas dalam prosesnya
ternyata banyak evaluasi yang cukup mendalam. Suatu contoh konkrit bisa kita lihat pada
Gerakan mahasiswa pasca Reformasi ’98 yang kemudian tidak memandang kampus
sebagai basis utama perlawanan mahasiswa dalam memperjuangkan hak-hak demokratis
mahasiswa. Banyak persoalan mahasiswa di kampus yang sebenarnya bisa disikapi dan
bisa dijadikan sebagai pemicu dalam menggelorakan kampus ternyata tidak direspon oleh
organisasi-organisasi Mahasiswa baik intra kampus maupun ekstra kampus, mulai dari
persoalan minimnya fasilitas, layanan administrasi yang berbelit-belit, pungli, biaya
kuliah yang semakin mahal, represifitas terhadap aksi-aksi mahasiswa, kebebasan
berekspresi, berpendapat dan berorganisasi selalu dibatasi sampai pada hal yang cukup
strategis tentang pengambilan kebijakan kampus yang tidak pernah melibatkan
Mahasiswa (seperti pemilihan rektor dan perumusan-perumusan peraturan kampus).
Perjuangan demokratisasi kampus (perjuangan menyangkut pemenuhan hak-hak sosial
ekonomi dan hak politik di kampus) merupakan tugas fundamental yang harus dilakukan
oleh organisasi Mahasiswa, artinya bahwa setiap organisasi Mahasiswa baik intra kampus
maupun ekstra kampus harus mampu menjalankan fungsinya sebagai pelayan massa
Mahasiswa untuk memenuhi hak-hak sosial ekonominya. Peran lembaga mahasiswa
(BEM dan SENAT Mahasiswa) sangatlah lemah dan memposisikan dirinya eksklusif dari
kepentingan massa Mahasiswa khususnya dalam menyalurkan aspirasi perjuangan
mahasiswa, yang terjadi justru saling benturan antar organisasi di kampus hanya karena
orientasi politik Mahasiswa yang sangat pragmatis yang mempunyai kecenderungan
merapat dan tunduk dengan birokrasi kampus, elite politik lokal maupun elite politik
tingkat nasional, sehingga mereka hanya dijadikan sebagai kaki tangan untuk
melancarkan kepentingan-kepentingan elite. Hal sepertii inilah yang menimbulkan efek
kurang baik sehingga massa Mahasiswa tidak interes terhadap organisasi Mahasiswa.
Persoalan tersebut sebenarnya sudah tercermin dari mekanisme pembentukan dan
pemilihan pengurus-pengurus lembaga Mahasiswa yang sebenarnya tidak demokratis,
mengapa? Karena konsepsi pemilu Mahasiswa di kampus juga lebih cenderung sama
dengan konsepsi yang diterapkan oleh negara hari ini, artinya cara pandang terhadap
demokrasi masih cukup dangkal sehingga dalam prakteknya hanya memaknai demokrasi
secara prosedural. Dalam konteks kampus massa Mahasiswa hanya di mobilisasi untuk
memilih calon ketua BEM ataupun SENAT dengan cara-cara yang cukup pragmatis
tanpa banyak memberikan pendidikan politik terhadap Mahasiswa. Lantas pertanyaanya,
konsepsi lembaga Mahasiswa yang cukup representative seperti apa? Apa relasinya
dengan ormass Mahasiswa ekstra kampus ? Sehingga mampu mengemban tugas-tugas
perjuangan massa Mahasiswa di kampus.
Kalau targetan kita yaitu mendorong perwujudan demokratisasi kampus berarti ada
beberapa hal yang harus kita rombak ; 1. Merumuskan konsepsi lembaga kampus yang
cukup representative dan sejajar dengan pihak rektorat atau pengelola kampus, 2.
Menerapkan metode pemilu Mahasiswa yang partisipatif dan syarat dengan pendidikan
politik bagi Mahasiswa, 3. Menyusun program-program konkrit untuk mendorong
perwujudan demokratisasi kampus dan mengkampanyekan tuntutan sosial ekonomi
Mahasiswa, 4. membangun alat persatuan dalam bentuk front ditingkatan kampus sebagai
alat perjuangan politik bagi Mahasiswa, hal inilah yang kemudian dijadikan sebagai
media untuk mempersatukan organisasi-organisasi Mahasiswa baik intra kampus maupun
ekstra kampus. Kedudukan front selain untuk mempererat kerjasama antar organisasi di
kampus (intra atau ekstra kampus) dan memperkuat kedudukan perjuangan massa
mahasiswa di kampus, juga berperan dalam kerangka mengisolir klik paling reaksioner di
kampus yaitu jajaran rektorat atau pengelola kampus. Dengan bergeloranya perjuangan
massa mahasiswa di kampus-kampus, hal tersebut akan menjadi pemicu bagi perjuangan
massa yang lebih maju dan luas di tingkat lokal atau nasional dalam kerangka perjuangan
pembebasan nasional melawan imperialisme.
Secara umum pendidikan Indonesia di ambang kehancuran. Terlihat akses sekolah yang
semakin terbatas. Dicabutnya subsidi pendidikan, pengangguran yang merebak luas.
Privatisasi dan komersialisai pendidikan semakin luas dan demokratisasi kampus semakin
terhambat.
Pemerintah kian menegaskan bahwa pendidikan bukan tanggung jawab negara. Pendidikan
dianggap tidak lebih dari komunitas jasa yang dapat diperjual belikan sesuka hati. Ini tercermin
dari kebijakan perundang-undangan yang dikeluarkan, pada Peraturan Presiden (Pepres) No.
77 tahun 2007 tentang bidang usaha tertutup dan terbuka dengan persyaratan penanaman
modal secara tegas memasukan pendidikan sebagai salah satu usaha terbuka yang bebas
diperdagangkan di pasar Internasional.
Banyak yang dilakukan pemerintah agar sektor pendidikan dapat pula dikembangkan di luar
keuangan negara, ujar Susilo Bambang Yudhoyono seusai rapat kabinet terbatas tentang
Evaluasi Program Pendidikan sejak 2004 - 2009 (Bisnis Indonesia, 13/03/2007).
Pemerintah bahkan berupaya memberikan isentif pajak bagi investor yang menanamkan
modalnya di sektor pendidikan dengan disahkannya UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) No.
9 Tahun 2009. Padahal jelas sekali UU BHP tersebut bercirikan privatisasi dan komersialisasi
pendidikan.
Perguruan Tinggi dibebankan mencari sendiri sumber pendanaan dari pihak lain termasuk
investor asing sekalipun. Hal itu tentu akan semakin memberatkan mahasiswa yang menjadi
sumber utama pembiayaan perkuliahan.
Sementara nasib guru, dosen dan karyawan semakin terancam akibat akan dijadikan
pegawai/karyawan BHP dan diperlukan dengan sistem kerja kontrak. Soal lainnya, ancaman
gulung tikar bagi kampus-kampus dan sekolah-sekolah kecil yang kalah bersaing hingga
komersialisasi aset-aset atau fasilitas pendidikan yang seharusnya digunakan untuk
mendukung penyelenggaraan pendidikan di kampus atau sekolah.
Anggaran pendidikan 20 % sesuai amanat konstitusi UUD 1945 juga tidak direalisasikan. Sejak
berkuasa pemeritahann SBY-JK tidak pernah mengalokasikannya dari APBN. Tahun 2007,
alokasi anggaran pendidikan hanya sebesar 12,3 persen dari total 800 triliun belanja negara.
Untuk tahun 2008 anggaran pendidikan yang akan dialokasikan adalah Rp 65 trilliun (12%) dari
780 triliun belanja negara (Tempo,10/9/2008).
Politik anti demokrasi di kampus sepanjang tahun sampai saat ini terus terhambat. Melalui
kebijakan negara ataupun aparatus pendukungnya di kampus. Kebebasan mimbar akademis,
kebebasan berkumpul, berpendapat dan berorganisasi terus dikekang dan dihambat.
Mahasiswa tidak diberikan kesempatan lebih leluasa untuk melakukan kritik dan bersuara
ketika ingin menyampaikan hak-haknya. Dengan menerapkan politik NKK/BKK jilid II dengan
tetap mempertahankan SK Dirjen Dikti No 026/2002 yang melarang organisasi massa
mahasiswa beraktivitas di dalam kampus.
Tragisnya, ternyata pemerintah tidak lagi mau bertanggung jawab ketika ada
persoalan-persoalan yang demikian. Pihak Direktorar Pendidikan Tinggi (Dikti) selalu
mengatakan ini wewenang kampus dengan adanya otonomi kampus, serahkan saja prosesnya
pada hukum. Hal ini semakin menegaskan bahwa pemerintah sengaja membiarkan
demokratisasi kampus semakin terhambat.